Mulanya keberadaan ilustrasi mode ini dimulai pada awal abad ke 18. Pada saat itu diperlukan media untuk mempublikasikan informasi mengenai mode yang sedang happening. Pada waktu itu juga majalah The Lady’s Magazine untuk pertama kalinya menerbitkan illustrasi mode pada halaman fashion. Ilustrasi yang dibuat pun menggunakan teknik cukil kayu, graving atau pochoirprint. Majalah keluaran London ini juga sangat diminati oleh kaum wanita sebagai pedoman dalam berpakaian yang fashionable. Awal tahun 1970, ilustrasi mode pakaian ini dipromosikan ke seluruh dunia barat dengan tekhnik engraving (ukiran) yang ternyata mendapat perhatian lebih oleh kaum orang kaya.


Akhir abad ke 19, ilustrasi mode pun digantikan oleh tekhnik cetak full colour yang lebih modern. Bersamaan itu pula tekhnik fotografi mulai muncul di majalah-majalah. Hingga pada akhirnya memasuki abad ke 20, tekhnik fotografi di berbagai majalah terus meningkat dan pembaca majalah lebih menyukai reportase mode berupa fotografi, bukan lagi berupa ilustrasi.
Perang dunia II mengubah mode secara keseluruhan. Majalah-majalah mode seperti Vogue dan Harpers Bazaar lebih banyak menggunakan fotografi untuk menampilkan halaman fashion spread. Ilustrasi mode hanya diperlukan sewaktu waktu seperti pada advertising campaign. Kedudukan ilustrasi mode telah tergeser sepenuhnya oleh fotografi pada tahun 60an dan pada waktu itulah ilustrasi benar-benar menghilang dari majalah. Para fotografer dan fotomodel pun menjadi selebriti baru dalam dunia fashion.
Hingga pada saat ini banyak sekali orang-orang yang menggeluti bidang fotografi mode, bukan berarti ilustrasi mode ini hilang begitu saja. Tetapi bagaimanapun sulit untuk mencari seseorang yang memang mengkhususkan diri berkecimpung menjadi ilustrasi mode. Apalagi di Indonesia. Apa mungkin dikarenakan memang pasarnya pun tidak ada?
(Peace..)


No comments:
Post a Comment